Sukses (Cerita Inspirasi Orang Lain)

Sukses. Satu kata yang bener bener laku setahun belakangan ini. Setiap hari selalu ada kawan saya yang berulang tahun, dan sepertinya selalu terdapat kata ‘sukses’ dalam ucapan selamat dari kawan lainnya.

“Happy birthday yaaa, sukses selalu!”

Familiarnya tiada tara, khususnya setahun belakangan ini.

Sebenarnya ada apa dibalik makna ‘sukses’ yang sering diucapkan? Apa itu mendoakan agar kita senantiasa dilindungi Allah, segera dapat kuliah, atau sekedar basa basi tanpa arti khusus?

Kayaknya, yang udah dapet kuliah juga di doain biar selalu sukses. Dan sukses yang dimaksud sepertinya jauh dari embel embel lain selain kebahagiaan dalam hidup.

Sedikit mengulik dunia perkuliahan, karena saya pun belum punya tempat kuliah, satupun belum, karena satu dibuang dan insyaallah akan tumbuh satu lainnya yang lebih baik.

Ketika seorang rekan yang baru saja menjadi single berkata bahwa UGM adalah universitas nomor satu, dan tentu ia tidak perlu mencari yang lain jika UGM telah ditangan. Sukses?

Dan ketika saya mendenar cerita dari seorang kawan lainnya, yang mengikuti empat kali tes universitas berbeda dan seluruhnya diterima, apa itu juga sukses?

Lalu bagaimana dengan cita-cita menjadi seorang koruptor yang sukses?

Dan juga pilihan seseorang untuk membuang Universitas Indonesia karena jurusan yang menurutnya kurang prospektif? Apa itu membuang kesuksesan?

Menilik seorang awaketum yang menyemangati saya ketika gagal masuk UGM, ia berkata ‘slow sal masih banyak jalan menuju sukses! ahahahaha’. Maka saya berpikir bahwa sukses bukanlah di Jogja, tapi di tempat lain juga bisa. Serendah itulah pemikiran saya kala itu.

Sukses memiliki banyak jalan, dan jalan jalan itulah yang harus kita pilih secara cermat dan bijak. Tidak semua orang sukses lahir dari PTN favorit, dan semua orang sukses bila senang hidupnya. Bila anda rangkai kedua kalimat ini dengan Diagram Venn, maka anda tidak akan dapat membentuk irisan diantara keduanya. It means nothing relation between this.

Hidup senang dengan tidak menjadi sampah masyarakat, yang bisa menyebabkan terbuangnya anda dari lingkup masyarakat intelek, adalah jalan terbaik.

Some man just wanna watch the world burned, and you will find them when you face the real world. they are parasitic man.

Text ini disadur dari karangan saya sendiri ketika USM Terpusat ITB 2010 hari pertama. Tentunya dengan berbagai modifikasi terbaru. Semoga tanggal 10 Juni 2010 semua yang mencoba, dapat hidup di jalan Ganeca.

Extention :
Jika anda berfikir bahwa kemungkinan sukses menjadi lulusan bukan dari PTN favorit itu kecil, maka pikirkanlah seberapa besarnya dan seberapa mudahnya anda berjuang untuk PTN favorit. Sepertinya berimbang, bukan? Anda berusaha menjadi 1 dari ratusan pesaing, jika anda merasa bisa, mengapa anda merasa takut menjadi 1 orang sukses dari ribuan orang lulusan PTN non-favorit atau swasta?

Nama   : Rossy Febriani

NRP      : I14100085

Laskar  : 21



Kegagalan, Asa yang Terbuang Ataukah Pelajaran? (Cerita Inspirasi Pribadi)

Saya ataupun sebagian besar dari kalian semua diluar sana pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan. Entah, besar atau kecil, saya tidak tanyakan itu. Tapi kegagalan tetaplah kegagalan, asa yang kembali hilang.

Semahal apakah kegagalan itu? Dan seberapa besar efeknya pada sang gagal?

Kalau urusan menggapai cita-cita, kemahalannya tiada tara. Walaupun sebagian yang berhasil pun menuntut hal yang ratusan kali lebih mahal secara materi, tetapi kegagalan tetaplah yang termahal dan paling berharga.

Sebagian dari cerita kawan kita, ada yang tidak pernah gagal untuk urusan ini. Sekali coba, dapat angan dan cita nya. Lain dengan saya, serta ratusan kawan lainnya. Lima kali coba pun cita-cita masih urung untuk hinggap ditangan. Ditanya usaha sih, cuma idiot yang ga usaha kalo udah urusan kaya gini. Lalu, rezeki yang belum hinggap?

Sebenarnya tidak ada guna untuk berkeluh kesah mengenai hal ini. Pahala pun mungkin tidak akan ditambah catatannya oleh malaikat. Tapi, spirit adalah nomor satu untuk bertahan hidup setidaknya hingga keluar pengumuman SNMPTN.

Orang yang pernah gagal tentu beruntung dibandingkan orang yang jarang (atau bahkan tidak pernah) mengalami kegagalan. Kenapa? Pengalaman!

Kegagalan membentuk kita menjadi pribadi yang pernah merasa dibawah, terinjak-injak harga dirinya, diselubungi bayang-bayang kesuksesan yang belum menghampiri, dan sebagainya. Yang langsung berhasil? Tidak.

Pada dasarnya, definisi orang yang menderita kegagalan adalah orang yang telah berusaha, punya niat dan berjibaku dengan mulia untuk suatu cita-cita, namun belum dapat meraihnya. Orang yang tidak usaha, ya tidak gagal. Karena ia tidak memiliki asa untuk dipertaruhkan dalam medan perang yang penuh perjuangan.

Selain itu, kegagalan juga mengajarkan lebih pada nilai keagamaan. Pelajaran yang saya kesampingkan tahun ini karena banyak alasan. Kegagalan memberi pelajaran akan betapa sulitnya mengais rezeki dengan usaha yang telah dilakukan. Mengajarkan pula betapa tidak absolutnya Hukum Newton III Action = Reaction.

Mungkin sulit untuk berbicara pada massa yang telah berhasil (atau selalu berhasil), apapun jalan dan caranya. Ketika anda merasa usaha saya lebih darinya, doa saya lebih pula darinya, namun dirinya yang lebih dulu menukar asa dengan cita-cita, janganlah merasa rendah! Apa yang anda dapat, tetaplah pelajaran. Sesuatu yang tidak kalah mahalnya dengan uang yang harus dibayarkan seorang kawan yang lulus dalam ujian. Pelajaran yang tidak akan seorangpun mau membayarnya dengan sengaja untuk mencari kesempatan. Karena Allah lah yang memberi kita kesempatan untuk merasakannya.

Dibalik semua itu tentu ada hal lebih yang dapat dicerna, bukan? Saya bukan seorang pandai, bukan juga seorang yang telah mendapat pelabuhan cita-citanya (insyaallah belum). Tapi saya cuma ingin agar kita semangat bersama, dan meraih kembali asa yang hilang. Karena mimpi yang membuat kita akan terus berjuang, walau harus tahun depan.

Nama   : Rossy Febriani

NRP      : I14100085

Laskar  : 21



BINTANG

BINTANG

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:

Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.